MATA
KULIAH :
GIZI IKAN
MANFAAT DAN
GIZI IKAN TUNA
SIRIP KUNING
“(thunus albacores) “
OLEH
:
KELOMPOK
3
Nursyamsinar
Risnawati
Handayani
Jefri
Soor
Niklas
SEKOLAH
TINGGI ILMU TEKNOLOGI KELAUTAN (STITEK)
BALIK
DIWA MAKASSAR
2014
KATA PENGANTAR
Puji
syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya
jualah, sehingga penyusun dapat
menyelesaikan makalah ini. Salawat dan salam semoga tercurahkan keharibaan Nabi
Muhammad Saw, sebagai uswatun hasanah, dalam memperoleh kebahagian di dunia dan
di akhirat kelak.
Penyusun
menyadari bahwa makalah ini disusun dalam bentuk yang sangat sederhana dan
masih banyak kekurangannya.Oleh karena itu, saran dan kritik sangat di harapkan
demi perbaikan pada masa yang akan datang.
Makassar, 8 Maret 2014
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Ikan merupakan makanan yang
banyak mengandung protein dan di konsumsi oleh manusia oleh manusia sejak
beberapa abad yang lalu. Ikan banyak di kenal karena termasuk lauk-pauk yang
mudah di dapat,harga terjangkau dan memiliki nilai gizi yang cukup.
Salah satu
komponen gizi yang terkandung dalam ikan dan diduga berperan dalam meningkatkan
kecerdasan ialah Docosa-hexaenoic-acid (DHA), yang merupakan asam lemak tak
jenuh ganda berupa rantai panjang Omega-3, terdiri dari 22 atom karbon, 32 atom
hydrogen dan 2 atom oksigen. DHA merupakan asam lemak tak jenuh yang bermanfaat
untuk mencegah penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah otak, jantung dan
organ reproduksi pria. DHA sangat penting untuk perkembangan otak.
Untuk menjadi bangsa yang cerdas
makan ikan perlu lebih digalakkan. Kalaupun ikan yang kaya DHA seperti tuna
atau salmon sulit terjangkau, ikan local seperti lele, mas, mujair, bandeng,
teri, kakap atau jenis lainnya tidak jadi masalah, karena ikan tersebut juga
kaya protein, bahkan ikan asin memiliki kandungan protein tertinggi.
Ikan yang
dikonsumsi perlu memenuhi persyaratan tertentu, seperti habitatnya tidak
tercemar logam berat (Hg, Pb, dan Cu). Selain itu, ikan harus dalam kondisi
yang segar. Ciri-ciri ikan yang masih segar: tidak berbau amis, dagingnya masih
kenyal, ekornya tidak kering dan menghitam serta matanya tidak berwarna merah,
Hindari ikan yang penempatannya ditumpukan bersama hewan laut lainnya seperti
kepiting, kerang dan udang, sebab hal itu akan menyebabkan terjadinya
kontaminasi silang Indonesia memiliki perairan yang sangat luas, baik lautan
atau daratan, dengan demikian potensi sumberdaya perikanan yang dimiliki sangat
besar. Upaya peningkatan konsumsi ikan akan memberikan manfaat ganda, selain
meningkatkan kecerdasan, juga makin menggairahkan sector perikanan.
B.
Tujuan
Dalam penulisan makalah ini bertujuan untuk
mengetahui lebih dalam mengenai ikan tuna sirip kuning, sehingga kita dapat
memberikan penjelasan yang benar tentang ikan tuna sirip kuning.
C. Manfaat
Kita dapat mengetahui manfaat yang ada dalam
ikan tuna sirip kuning, terlebih manfaat dalam bidang ekonomi atau nilai gizi
yang ada di dalamnya. Sehingga kita dapat memanfaatkanya secara optimal dan
tidak berlebihan
\
BAB II
PEMBAHASAN
A. Klasifikasi dan Morfologi Ikan Tuna
Menurut
Collete dan Nauen (1983), klasifikasi ikan ekor kuning atau yellowfin tuna
(Bonnaterre,1788), adalah sebagai berikut :
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Sub
phylum : Vertebrata Thunnus
Class : Teleostei
Sub
Class : Actinopterygii
Ordo : Perciformes
Genus : Thunnus
Species
: Thunnus albacore (Albacore)
Gambar 1.1 ikan tuna sirip
kuning
Ikan ekor kuning adalah anggota dari albacore, bonito,
makarel, dan tuna. Jenis-jenis ikan tuna
agak susah untuk dibedakan spesiesnya. Blackeye, blackfin, albacore, dan ekor
kuning memiliki bentuk yang mirip dan sering ditangkap bersama-sama.
Karakteristik yang membedakan ikan ekor kuning dari spesies yang lain adalah
sirip anal dan dorsal yang memanjang pada ukuran ikan yang besar
Madidihang dewasa memiliki tubuh yang
berukuran besar, dengan panjang dari ujung moncong hingga ujung percabangan
sirip ekor (FL, fork length) mencapai 195 cm; namun umumnya hingga 150 cm. Bentuknya
gilig panjang serupa torpedo (fusiform), agak memipih dari sisi ke sisi.
Madidihang dapat mencapai berat melebihi 300
pon (136 kg), Rata rata umur ikan tuna sirip kuning 8
tahun, tuna termasuk perenang cepat dengan kecepatan mencapai 80 km/jam dan
terkuat diantara ikan-ikan vertebrata lainya mereka membengkokkan
siripnya yang digunakan untuk berenang cepat.
Ikan tuna sirip kuning memakan berbagai ikan
ikan kecil, cumi cumi, udang dan kepiting. Ikan ini merupakan pemburu yang
handal, dengna matanya yang besar dan indra penciumanya yang tajam untuk
mencari mangsanya. Kapasitas maksimum isi perut ikan tuna sirip kuning adalah 7
% dari berat tubuh mereka, dan setiap harinya mengonsumsi makanan 15 % dari
berat tubuh mereka (Sumadiharga, 2009)
B. Kandungan Gizi Ikan Tuna
Ikan tuna merupakan ikan konsumsi yang
mempunyai nilai komersial yang tinggi, karena ikan tuna merupakan jenis ikan
dengan kandungan protein yang sangat tinggi namun memiliki kandungan lemak yang
rendah. Tuna mengandung protein berkisar antara 22,6 – 26,2 g/100 g daging.
Lemak antr 0,2 – 2,7 g/100 g daging. Selain itu tuna mengandung mineral
kalsium, fosfor, besi dan sodium, vitamin A, dan vitamin B. Untuk melihat kandungan gizi dan nutrisi pada ikan tuna bisa lihat tabel di
bawah [Thunnus sp].
Kandungan
Gizi
|
Per 100 gr
|
Protein
|
131
|
Lemak
[termasuk omega 3]
|
26
|
Kalsium
|
9
|
Zat Besi
|
4
|
Sodium
|
52
|
Fosfor
|
220
|
Energi
|
131
|
Dalam kelompok ikan tuna, bagian yang
dapat dimakan berkisar antara 50 -60 %. Kadar protein daging putih tuna lebih
tinggi daripada daging merahnya. Namun sebaliknya, ikan tuna memiliki kadar
lemak daging yang lebih rendah dari daging merahnya.Ikan tuna memiliki nilai
jual yang sangat tinggi dan termasuk jenis ikan yang paling banyak dicari dan
dicuri dari perairan Indonesia, disebabkan karena rasanya yang lezat.
Sebagai
sumber pangan, madidihang mengandung air dalam deret 70 sampai 80%, protein
antara 18% sampai 20%, lemak antara 0,5% sampai lebih dari 20%, serta berbagai
vitamin dan mineral. Sesudah ditangkap dan mati, secara keseluruhan madidihang
akan mengalami proses penurunan mutu (proses deteriorasi), baik disebabkan oleh
faktor-faktor intern (dalam tubuh madidihang) maupun faktor ekstern (lingkungan)
yang menjurus pada penurunan mutu
Mengingat ikan tuna
segar khususnya madidihang mempunyai mutu yang sangat labil, maka untuk
mempertahankan kesegaran awal selama mungkin, maka penangananya harus tangkas,
cepat dan teliti, kemudian ikan secepatnya didinginkan dengan cara menyelimuti
tubuh ikan dengan es hancuran (crush iced) atau es kepingan (flake
iced).
pendinginan air laut
dingin (chilled sea water) ikan segera dicelupkan dan disimpan dalam
palka air laut dingin. Biasanya setiap kapal dilengkapi dengan alat pengontrol
suhu sehingga suhu di palka dapat diatur sedemikian rupa sekitar 0° C.
C.
Manfaat Ikan Tuna
1.
Kaya Omega-3
Nilai gizi tuna
yang sangat baik, kandungan omega-3-nya membuat tuna mempunyai seribu satu
manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, hal itu harus didukung dengan pemilihan,
pengolahan, dan penyimpanan tuna yang baik. Ikan tuna yang masih segar
sebaiknya disimpan di lemari es (jika akan segera digunakan) atau dibekukan
(jika ingin disimpan untuk beberapa lama). Dilihat dari komposisi gizinya, tuna
mempunyai nilai gizi yang sangat luar biasa. Kadar protein pada ikan tuna
hampir dua kali kadar protein pada telur yang selama ini dikenal sebagai sumber
protein utama. Kadar protein per 100 gram ikan tuna dan telur masing-masing 22
g dan 13 g.
Sebagai salah
satu komoditas laut, ikan tuna juga kaya akan asam lemak omega-3. Kandungan
omega-3 pada ikan air laut, seperti ikan tuna, adalah 28 kali lebih banyak
daripada ikan air tawar. Perbandingan kadar omega-3 antara ikan tuna dengan ikan
jenis lainnya dapat dilihat pada. Omega-3 dapat menurunkan kadar kolesterol
darah dan menghambat proses terjadinya aterosklerosis (penyumbatan pembuluh
darah). Konsumsi ikan 30 gram sehari dapat mereduksi risiko kematian akibat
penyakit jantung hingga 50 persen. Asam lemak omega-3 juga mempunyai peran
penting untuk proses tumbuh kembang sel-sel saraf, termasuk sel otak, sehingga
dapat meningkatkan kecerdasan, terutama pada anak-anak yang sedang mengalami
proses tumbuh kembang.
2.
Sumber Mineral
Ikan tuna juga
kaya berbagai mineral penting yang esensial bagi tubuh. Kandungan iodium pada
ikan tuna mencapai 28 kali kandungan iodium pada ikan air tawar. Iodium sangat
berperan penting untuk mencegah penyakit gondok dan meningkatkan kecerdasan
anak. Selain itu, ikan tuna juga kaya akan selenium. Konsumsi 100 gram ikan
tuna cukup untuk memenuhi 52,9 persen kebutuhan tubuh akan selenium. Selenium
mempunyai peran penting di dalam tubuh, yaitu mengaktifkan enzim antioksidan
glutathione peroxidase. Enzim ini dapat melindungi tubuh dari serangan radikal
bebas penyebab berbagai jenis kanker.
3.
Sumber Vitamin
Kandungan
vitamin pada ikan tuna, terutama jenis sirip kuning sangat tinggi, yaitu
mencapai 2,183 IU. Konsumsi 100 gram ikan tuna sirip kuning cukup untuk
memenuhi 43,6 persen kebutuhan tubuh akan vitamin A setiap hari. Vitamin A
sangat baik untuk pemeliharaan sel epitel, peningkatan imunitas tubuh,
pertumbuhan, penglihatan, dan reproduksi.
4.
Cegah Stroke dan Obesitas
Kandungan gizi
yang tinggi membuat tuna sangat efektif untuk menyembuhkan berbagai penyakit,
salah satunya stroke. Sebuah studi yang pernah dilakukan selama 15 tahun
menunjukkan bahwa konsumsi ikan tuna 2-4 kali setiap minggu, dapat mereduksi
27% resiko penyakit sroke daripada yang hanya mengkonsumsi 1 kali dalam
sebulan. Konsumsi 5 kali atau lebih dalam setiap minggunya dapat mereduksi
penyakit stroke hingga 52 persen. Konsumsi tuna 13 kali per bulan dapat
mengurangi risiko tubuh dari ischemic stroke, yaitu stroke yang disebabkan oleh
kurangnya aliran darah ke otak.
Dari delapan
penelitian yang tercatat dalam The George Mateljan Foundation (2006), konsumsi
tuna 1-3 kali per bulan dapat mengurangi risiko ischemic stroke sebesar 9
persen. Selanjutnya risiko menurun sebanyak 13 persen pada konsumsi tuna sekali
seminggu, 18 persen pada konsumsi 2-4 kali per minggu, serta 31 persen pada
konsumsi tuna 5 kali atau lebih setiap minggunya. Sebuah penelitian yang
dipublikasikan pada 6th Congress of The International Society for the Study of
Fatty Acids and Lipid pada Desember 2004 membuktikan bahwa ikan tuna dapat
mencegah obesitas dan sangat baik untuk penderita diabetes melitus tipe 2. Hal
itu disebabkan kandungan EPA (eicosapentaenoic acid) yang tinggi pada ikan tuna
dapat menstimulasi hormon leptin, yaitu sebuah hormon yang membantu meregulasi
asupan makanan. Dengan regulasi tersebut, tubuh akan terhindar dari konsumsi
makanan secara berlebihan, penyebab obesitas.
Ikan tuna
dengan omega-3nya yang tinggi sangat bermanfaat menjaga fungsi jantung. Omega-3
meningkatkan rasio konsentrasi HDL atau kolesterol baik dalam tubuh, menekan
terjadinya pembekuan darah pada pembuluh darah, dan menjaga ritme detak
jantung.
5.
Mencegah Kanker
Suatu studi
menemukan bahwa tuna berperan untuk mencegah kanker, antara lain kanker ovari,
kanker pankreas, dan jenis kanker yang menyerang saluran pencernaan lain
(kanker mulut, faring, esophagus, perut, dan usus). Kandungan omega-3 yang
berlimpah pada tuna juga bermanfaat untuk mencegah kanker payudara dan menurunkan
risiko terkena leukimia.
Ikan tuna juga
baik untuk mencegah kanker payudara. Hal tersebut disebabkan kandungan omega-3
pada tuna dapat menghambat enzim proinflammatory yang disebut cyclooxygenase 2
(COX 2), enzim pendukung terjadinya kanker payudara. Omega-3 juga dapat
mengaktifkan reseptor di membran sel yang disebut peroxisome
proliferator-activated receptor (PPAR)-ã, yang bisa menangkap aktivitas sel
penyebab kanker. Selain itu, omega-3 juga dapat memperbaiki DNA.
6.
Meningkatkan fungsi kognitif otak
Omega-3
membantu meningkatkan fungsi mengingat atau fungsi kognitif otak, sehingga
menghindarkan kita dari penyakit degenarasi fungsi otak seperti Alzheimer
karena membantu memperlancar suplai darah ke otak. Omega-3 juga menurunkan
risiko inflamasi, memperantarai signal agar dapat diterima oleh otak, pada
orang yang menderita Alzhemeir akan mengalami gangguan dalam hal penyampaian
signal atau impuls ke otak.
7.
Meningkatkan response hormon
Insulin
Tuna juga
disarankan untuk dikonsumsi bagi mereka yang menderita diabetes tipe-2, karena kandungan
lemak omega-3nya yang melimpah. Berbagai penelitian menyarankan, omega-3 pada
ikan tuna –mencegah Anda dari kegemukan dan meningkatkan respon hormon insulin
pada tubuh. Asam lemak omega 3 yang terkenal dengan nama EPA inilah yang
membantu meregulasi berat badan dan juga metabolisme tubuh dengan mensekresi
hormon leptin.
8.
Membantu proses detoksifikasi
Selenium
bersama dengan omega-3 yang terkandung dalam ikan tuna, merupakan bahan bakar
penting untuk produksi gluthathione peroxidase –jenis antioksidan. Antioksidan
inilah yang berfungsi penting untuk kesehatan hati –yang berperan untuk
detoksifikasi. Selenium juga berperan untuk mencegah kanker dan penyakit
jantung
9.
Bagus untuk menurunkan berat
badan
Karena
kandungan protein yang tinggi, tuna meningkatkan metabolisme dan membantu
membakar lemak tubuh, yang keduanya adalah aset tak ternilai untuk berat badan
dan pemeliharaan.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada makalah ini,
dapat ditarik kesimpulan bahwa ikan merupakan bahan makanan yang banyak
mengandung protein, dan dengan mengkonsumsi ikan yang cukup, sesuai dengan
kebutuhan, maka akan sangat baik terhadap kecerdasan otak
B.
Saran
Kita harus mengadakan penelitian tentang
distribusi ikan tuna di Indonesia. Karena untuk sekarang ini ikan tuna belum
dimanfaatkan dengan baik di Indonesia. Sehingga kita dapat mengekspor ikan tuna
ini ke Negara-negara luar.
DAFTAR
PUSTAKA
Andamari, R, dan J. Hutapea. (2003). The
reproduction biology of yellofin tuna (Thunnus albacores) from indian ocean.
Paper internasional marine and fisheries IMFS : 135-140.
http://indonesia-mania.blogspot.com/2009/07/ikan-tuna.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar