MATA KULIAH : Pengolahan Data Perikanan
DOSEN : Fatahuddin, S.Pi
PERAN
MICROSOFT EXCELL dan
GIS (Geographic Information System)
DALAM
DUNIA PERIKANAN
OLEH
:
NURSYAMSINAR
112027
THP
SEKOLAH
TINGGI TEKNOLOGI KELAUTAN DAN PERIKANAN
(STITEK)
BALIK DIWA MAKASSAR
2013
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Yang telah memberikan Rahmat dan Karunia-Nya
kepada kita semua sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ini. Sholawat beserta
salam selalu tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad SAW, Beserta keluarga-Nya,
sahabat-sahabat-Nya dan kita selaku umatnya hingga akhir zaman. Terima kasih
kepada Dosen mata kuliah Pengolahan Data Periakanan yang telah membimbing kami
selama pembuatan makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
sempurna, hal ini karena kemampuan dan pengalaman kami yang masih ada dalam
keterbatasan. Untuk itu, kami mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya konstruktif,
demi perbaikan dalam makalah ini yang akan datang. Semoga makalah ini
bermanfaat sebagai sumbangsih penulis demi menambah pengetahuan terutama bagi
pembaca umumnya dan bagi penulis khususnya. Akhir kata kami sampaikan terima kasih semoga Allah
Swt senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Makassar 2013
Nursyamsinar
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Microsoft Excell
A. Pengertian
Microsoft
Excel atau Microsoft Office Excel adalah sebuah program aplikasi lembar kerja
spreadsheet yang dibuat dan didistribusikan oleh Microsoft Corporation untuk system
operasi Microsoft Windows dan Mac OS. Aplikasi ini memiliki fitur kalkulasi dan
pembuatan grafik yang, dengan menggunakan strategi marketing Microsoft yang
agresif, menjadikan Microsoft Excel sebagai salah satu program komputer yang
populer digunakan di dalam komputer mikro hingga saat ini. Bahkan, saat ini
program ini merupakan program spreadsheet paling banyak digunakan oleh banyak
pihak, baik di platform PC berbasis Windows maupun platform Macintosh berbasis
Mac OS, semenjak versi 5.0 diterbitkan pada tahun 1993. Aplikasi ini merupakan
bagian dari Microsoft Office System, dan versi terakhir adalah versi Microsoft
Office Excel 2007 yang diintegrasikan di dalam paket Microsoft Office System
2007..
B. Sejarah Microsoft Excel
Pada
tahun [1982], Microsoft membuat sebuah program spreadsheet yang disebut dengan
[Multiplan], yang sangat populer dalam [sistem operasi|sistem -sistem] CP/M,
tapi tidak dalam sistem MS-DOS mengingat di sana sudah berdiri saingannya,
yakni Lotus 1-2-3. Hal ini membuat Microsoft memulai pengembangan sebuah
program spreadsheet yang baru yang disebut dengan Excel, dengan tujuan, seperti
yang dikatakan oleh Doug Klunder, " do everything 1-2-3 does and do it
better/melakukan apa yang dilakukan oleh 1-2-3 dan lebih baik lagi". Versi
pertama Excel dirilis untuk Macintosh pada tahun 1985 dan versi Windows-nya menyusul
(dinomori versi 2.0) pada November 1987. Lotus ternyata terlambat turun ke
pasarprogram spreadsheet untuk Windows, dan pada tahun tersebut, Lotus 1 -2-3 masih berbasis MS-DOS. Pada tahun 1988, Excel
pun mulai menggeser 1-2-3 dalam pangsa pasar program spreadsheet dan menjadikan
Microsoft sebagai salah satu perusahaan pengembang aplikasi perangkat lunak
untuk komputer pribadi yang andal. Prestasi ini mengukuhkan Microsoft sebagai
kompetitor yang sangat kuat bagi 1-2-3 dan bahkan mereka mengembangkannya lebih
baik lagi. Microsoft, dengan menggunakan keunggulannya, rata-rata merilis versi
Excel baru setiap dua tahun sekali, dan versi Excel untuk Windows terakhir
adalah Microsoft Office Excel 2010 (Excel 14), sementara untuk Macintosh (Mac
OS X), versi terakhirnya adalah Excel for Mac. Pada awal-awal peluncurannya,
Excel menjadi sasaran tuntutan perusahaan lainnya yang bergerak dalam bidang
industri finansial yang telah menjual sebuah perangkat lunak yang juga memiliki
nama Excel. Akhirnya, Microsoft pun mengakhiri tuntutan tersebut dengan
kekalahan dan Microsoft harus mengubah nama Excel menjadi "Microsoft
Excel" dalam semua rilis pers dan dokumen Microsoft. Meskipun demikian, dalam
prakteknya, hal ini diabaikan dan bahkan Microsoft membeli Excel dari
perusahaan yang sebelumnya menuntut mereka, sehingga penggunaan nama Excel saja
tidak akan membawa masalah lagi. Microsoft juga sering menggunakan huruf XL
sebagai singkatan untuk program tersebut, yang meskipun tidak umum lagi, ikon
yang digunakan oleh program tersebut masih terdiri atas dua huruf tersebut
(meski diberi beberapa gaya penulisan). Selain itu, ekstensi default dari
spreadsheet yang dibuat oleh Microsoft Excel hingga versi 11.0 (Excel 2003) adalah
*.xls
sedangkan mulai Microsoft Office Excel 2007 (versi 12.0) ekstensi default -nya
adalah
*.xlsx
yang mendukung format HTML namun dengan isi yang sama memiliki ukuran file yang
lebih kecil jika dibandingkan dengan versi -versi Excel sebelumnya. Excel
menawarkan banyak keunggulan antarmuka jika dibandingkan dengan program spreadsheet
yang mendahuluinya, tapi esensinya masih sama dengan VisiCalc (perangkat lunak
spreadsheet yang terkenal pertama kali): Sel disusun dalam baris dan kolom,
serta mengandung data atau formula dengan berisi referensi absolut atau
referensi relatif terhadap sel lainnya.
Excel
merupakan program spreadsheet pertama yang mengizinkan pengguna untuk mendefinisikan
bagaimana tampilan dari spreadsheet yang mereka sunting: font, atribut karakter,
dan tampilan setiap sel. Excel juga menawarkan penghitungan kembali terhadap
sel - sel secara cerdas, di mana hanya sel yang berkaitan dengan sel tersebut
saja yang akan diperbarui nilanya (di mana program-program spreadsheet lainnya
akan menghitung ulang keseluruhan data atau menunggu perintah khusus dari
pengguna). Selain itu, Excel juga menawarkan fitur pengolahan grafik yang
sangat baik. Ketika pertama kali dibundel ke dalam Microsoft Office pada tahun
1993, Microsoft pun mendesain ulang tampilan antarmuka yang digunakan oleh
Microsoft Word dan Microsoft PowerPoint untuk mencocokkan dengan tampilan
Microsoft Excel, yang pada waktu itu menjadi aplikasi spreadsheet yang paling
disukai. Sejak tahun 1993, Excel telah memiliki bahasa pemrograman Visual Basic
for Applications (VBA), yang dapat menambahkan kemampuan Excel untuk melakukan automatisasi
di dalam Excel dan juga menambahkan fungsi -fungsi yang dapat didefinisikan oleh
pengguna (user-defined functions/UDF) untuk digunakan di dalam worksheet. Dalam
versi selanjutnya, bahkan Microsoft menambahkan sebuah integrated development environment
(IDE) untuk bahasa VBA untuk Excel, sehingga memudahkan programmer untuk
melakukan pembuatan program buatannya. Selain itu, Excel juga dapat merekam semua
yang dilakukan oleh pengguna untuk menjadi macro, sehingga mampu melakukan automatisasi beberapa tugas. VBA juga
mengizinkan pembuatan form dan kontrol yangterdapat di dalam worksheet untuk dapat berkomunikasi dengan penggunanya.
Bahasa VBA juga mendukung penggunaan DLL ActiveX/COM, meski tidak dapat
membuatnya. Versi VBA selanjutnya menambahkan dukungan terhadap class module
sehingga mengizinkan penggunaan teknik pemrograman berorientasi objek dalam VBA.
1.2. GIS (Geographic Information System)
A. Pengetian
Sistem Informasi Geografis
(Geographic Information System) adalah sistem yang dapat digunakan untuk
menangkap, menyimpan, menganalisa, serta mengelola data dan karakteristik yang
berhubungan yang secara spasial mengambil referensi kebumi. Lebih jauh, system
ini dapat didefinisikan sebagai system computer untuk memadukan, menyimpan,
membagi, serta menampilkan informasi yang mengambil acuan geografis. Dalam
bidang perairan, ilmu ini memiliki peranan yang sangat penting. Menata ruang
suatu wilayah membutuhkan dukungan data dan informasi, baik spasial maupun non
spasial, yang akurat dan terkini, terutama data dan informasitemati yang
mengilustrasikan kondisi suatu wilayah. Perubahan kondisi wilayah pada daerah
yang akan disusun rencana tata ruangnya, perlu dipahami dengan baik oleh para
perencana, karena kualitas rencana tata ruang sangat ditentukan oleh pemahaman
para perencana terhadap kondisi fisik wilayah perencanaan.
Dengan menggunakan teknologi informasi yang telah berkembang
dengan pesat, sebagian data dan informasi spasial yang diperlukan dalam
perencanaan tata ruang dapat dibangun dalam sebuah system informasi yang
berbasis pada koordinat geografis yang lebih dikenal dengan sebutan Sistem
Informasi Geografis (SIG). Seiring dengan perkembangan teknologi pengolahan
data geografis, dalam SIG dimungkinkan penggabungan berbagai basis data dan
informasi yang dikumpulkan melalui peta, citra satelit, maupun survai lapangan,
yang kemudian dituangkan dalam layer-layer peta. Sistemin formasi yang meng-overlay-kan
beberapa layertematik diatas peta dasar sungguh membantu proses analisa wilayah
dan pemahaman kondisi wilayah bagi para perencana, serta dapat menghemat waktu
karena sebagian proses dilakukan oleh piranti lunak, sehingga dengan SIG proses
perencanaan tata ruang dapat lebih efisien dan efektif.
Sistem Informasi geografis merupakan suatu sistem yang
mempunyai basis komputerisasi yang berfungsi untuk menyimpan, mengelola,
menganalisis, dan dapat mengaktifkan kembali data yang telah mempunyai
referensi keruangan, untuk berbagai tujuan yang berkaitan dengan pemetaan dan
perencanaan. SIG dapat mengintegrasikan system opersi database seperti query
dan analisis statistic dengan keuntungan analisis geografis yang di tawarkan
dalam bentuk peta. Sistem Informasi Pemetaan (informasi spasial) yang dapat
membedakan dengan system infomasi yang lainnya seperti contoh database. SIG
dapat digunakan untuk menganalisis karakteristik spasial dari data-data yang
terdiri dari beberapa lapis digital. Perhitungan perubahan spasial dapat
dilakukan melalui analisis tumpang susun (overlay
analysis).
Database dapat didefinisikan sebagai kumpulan data yg saling
terkait dan dirancang untuk menyatukan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh
sebuah lembaga atau organisasi. Database ini mempunyai dua indicator penting
yaitu integrated (terpadu) dan shared (mudah diakses dan digunakan). Sedangkan
database management system (DBMS) adalah sebuah intermediasi antara
program-program aplikasi oleh pengguna dan database yang ada. Pengguna
menggunakan program aplikasi dan membutuhkan software untuk memproses data
dalam DBMS environment dan kemudian menyimpan atau mengakses data. Jadi secara
sederhana database merupakan kumpulan data persistent yang digunakan oleh
sistem-sistem aplikasi dari berbagai pengguna tertentu.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Microsoft Excel
A. Fungsi Microsoft Excel
Microsoft
Excel atau Microsoft Office Excel merupakan perangkat lunak untuk mengolah data
secara otomatis meliputi perhitungan dasar, penggunaan fungsi-fungsi, pembuatan
grafik dan manajemen data. Perangkat lunak ini sangat membantu untuk menyelesaikan
permasalahan administratif mulai yang paling sederhana sampai yang lebih kompleks.
Permasalahan sederhana tersebut misalnya membuat rencana kebutuhan barang meliputi
nama barang, jumlah barang dan perkiraan harga barang. Contoh permasalahan yang
lebih kompleks adalah pembuatan laporan keuangan (general ledger) yang memerlukan
banyak perhitungan, manajemen data dengan menampilkan grafik atau pivot tabel
atau penggunaan fungsi-fungsi matematis ataupun logika pada sebuah laporan
B. Fungsi Microsoft Excel Dalam
Dunia Perikanan
1)
Analisis
produksi hasil budidaya Dan penangkapan ikan
2)
Kelayakan
usaha dan skala ekonomi perikanan
3)
Manajemen
produksi budidaya dan pengolahan hasil budidaya dan tangkapan 4. Analisis
ekspor dan impor produk perikanan
2.2 GIS (Geographic
Information System)
A. Fungsi GIS (Geographic Information System)
SIG
adalah sistem
yang berbasiskan komputer yang digunakan untuk menyimpan dan memanipulasi
informasi-informasi geografi. SIG dirancang untuk mengumpulkan, menyimpan
dan menganalisa objek-objek dan fenomena dimana lokasi geografi merupakan
karakteristik yang penting atau kritis untuk dianalisis. Dengan demikian,
SIG merupakan system komputer yang memiliki empat kemampuan berikut dalam
menangani data yang bereferensi geografi: (a) masukan, (b) manajemen data
(penyimpanan dan pemanggilan data), (c) analisis dan manipulasi data, (d)
keluaran
Secara
prinsip tujuan umum pemrosesan data pada teknologi SIG yaitu mempresentasikan :
ü
Input
ü
Manipulasi
ü
Pengelolaan
ü
Query
ü
Analysis
ü
Visualisasi
B. Konsep
SIG
Sumber
data untuk keperluan SIG dapat berasal dari data citra, data lapangan, survey
kelautan, peta, social ekonomi, dan GPS. Selanjutnya diolah di laboratorium
atau studio SIG dengan software tertentu sesuai dengan kebutuhannya untuk menghasilkan produk berupa
informasi yang berguna, bias berupa peta konvensional, maupun peta digital sesuai
keperluan user, maka harus ada input kebutuhan yang diinginkan user.
C. Komponen
SIG
Komponen
utama Sistem Informasi Geografis dapat dibagi kedalam lima komponen utama
yaitu:
- Perangkat keras (Hardware)
- Perangkat Lunak (Software)
- Pemakai (User)
- Data
- Metode
Untuk
mendukung suatu Sistem Informasi Geografis, pada prinsipnya terdapat dua jenis
data, yaitu:
D. Tujuan
dilakukannya
pembuatan aplikasi SIG dalam bidang kelautan dan perikanan :
- Mengetahui ikan di laut berada dan kapan bias ditangkap
- jumlah yang berlimpah merupakan pertanyaan yang sangat biasa didengar.
- Meminimalisir usaha penangkapan dengan mencari daerah habitat ikan, disisi biaya BBM yang besar, waktu dan tenaga nelayan
- mengetahui area dimanaikan bias tertangkap dalam jumlah yang besar
Manfaat
:
Salah satu
alternatif yang menawarkan solusi terbaik adalah mengkombinasikan kemampuan SIG
dan penginderaan jauh (inderaja) kelautan. Dengan teknologi inderaja
faktor-fakto rlingkungan laut yang mempengaruhi distribusi, migrasi dan
kelimpahan ikan dapat diperoleh secara
berkala, cepat dan dengan cakupan area yang luas.
Berikut beberapa Kegunaan SIG dalam
Ekosistem Pesisir dan Perikanan :
- Data mengenai kandungan klorofil dan suhu permukaan air laut yang diperoleh dari NOAA AVRR yang memiliki fungsi sebagai prakiraan perikanan untuk melihat kondisi ikan secara akurat.
- Data Warna Laut :Memberikan informasi ketersediaan makanan dalam kolom air.
- Data Suhu: Menggambarkan lingkungan laut.
- Dengan teknik boundaries/fronts/gradients dari klorofil dan SPL dapat memperoleh hasil yang meningkat antara 70-100% dalam perikanan pelagis/ ikan yang ada di dasar dan ikan-ikan demersal.
- Digunakan dalam evaluasi potensi lahan pengembangan obyek pariwisata perikanan. Digunakan untuk mempercepat dan mempermudah penataan ruang (pemetaan potensi)
Perolehan informasi untuk
pengelolaan lingkungan perairan bagi kegiatan perikanan sangat diperlukan.
Pengelolaan ini meliputi pengumpulan, pemrosesan, penelusuran dan analisis data
sumberdaya wilayah pesisir yang sesuai dengan dayadukung lingkungannya
E. Peranan Sig Dalam Bidang Perairan
Dan Perikanan
Perolehan
informasi untuk pengelolaan lingkungan perairan bagi kegiatan perikanan sangat
diperlukan. Pengelolaan ini meliputi pengumpulan, pemrosesan, penelusuran dan
analisis data
menjadi
informasi yang bermanfaat bagi penggunaannya pada waktu yang diinginkan,
pengelolaan informasi ini dapat dilakukan dengan menggunakan SIG baik secara
manual maupun dengan menggunakan komputer (Dahuri et al, 2004).
Dewasa
ini pemakaian daya dukung lingkungan dalam perencanaan suatu design budidaya
laut terus berkembang. Melihat perkembangan sektor budidaya laut saat ini dan
yang akan datang maka dalam mengembangkan suatu kawasan perairan sebagai lahan
untuk budidaya perlu membuat model-model estimasi yang disesuaikan dengan
kondisi wilayah. Pengukuran daya dukung didasarkan pada pemikiran bahwa perairan
pesisir memiliki kapasitas maksimum untuk mendukung suatu pertumbuhan
organisme. Konsep daya dukung yang digunkan dalam pengembangan budidaya rumput
laut adalah konsep daya dukung ekologis. Daya dukung ekologis yaitu tingkat
maksimum (baik jumlah maupun volume) pemanfaatan sumberdaya atau ekosistem yang
dapat diakomodasi oleh suatu kawasan atau wilayah sebelum terjadi penurunan
kualitas ekologis. Menurut Turner, (1988) dalam Rustam, (2005) bahwa daya
dukung lingkungan adalah jumlah populasi organisme akuatik yang dapat didukung
oleh suatu kawasan/areal atau volume perairan tanpa mengalami penurunan
kualitas lingkungan perairan tersebut. Definisi lain menyebutkan bahwa daya
dukung adalah batasan untuk banyaknya organisme hidup dalam jumlah atau massa
yang dapat didukung oleh suatu habitat. Jadi daya dukung adalah ultimate
constraint yang diperhadapkan pada biota oleh adanya keterbatasan lingkungan
seperti ketersediaan makanan, ruang, siklus predator, temperatur, cahaya
matahari atau salinitas (Rachmansyah, 2004). Konsep daya dukung perairan telah
lama dikenal dan dikembangkan dalam lingkungan budidaya perikanan, seiring
dengan peningkatan pemahaman akan pentingnya pengelolaan lingkungan budidaya
untuk menunjang kontinuitas produksi. Dalam perencanaan atau desain suatu
sistem produksi budidaya baik ikan maupun rumput laut maka nilai daya dukung
merupakan faktor penting dalam menjamin siklus produksi dalam jangka waktu yang
lama. Estimasi daya dukung lingkungan perairan untuk menunjang kegiatan
budidaya ikan laut di keramba jaring apung (KJA) merupakan ukuran kuantitatif
yang akan memperlihatkan berapa ikan budidaya yang boleh ditanam dalam luasan
area yang telah ditentukan tanpa menimbulkan degredasi lingkungan dan ekosistem
sekitarnya (Piper et al, 1982 dala Ali, 2003). Dalam hal menentukan daya dukung
lingkungan untuk kawasan budidaya rumput laut sebagai bagian dari kegiatan
budidaya laut maka estimasi ini akan menunjukkan berapa unit rakit yang boleh
ditanam dalam luasan area yang telah ditentukan.
Pembangunan
berkelanjuatan adalah pembangunan untuk memenuhi kebutuhan hidup saat ini tanpa
menurunkan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
(WCED,1987 dalam Dahuri et al, 2004) Konsep dasar pembangunan berkelanjutan
pertama kali dikemukan oleh "the club of Rome" pada tahun 1972,
diantaranya mengandung pesan penting bahwa sumberdaya alam telah berada pada
tingkat ketersediaan yang memprihatinkan dalam menopang keberlanjutan
pertumbuhan penduduk dan ekonomi. Pesan tersebut pada diskusi "Limits to
Growth" diawal tahun 1979-an berkembang membahas akibat perkembangan
ekonomi yang tidak dapat dikendalikan terhadap penurunan kualitas lingkungan
dan kehancuran system sosial secara global yang diakhiri dengan dikelurkannya
resolusi bahwa pembangunan ekonomi harus berkelanjutan (Dahuri et al, 2004).
Pengembangan budidaya perikanan merupakan sistem usaha budidaya perikanan yang
mampu menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi, menguntungkan, berkeadilan
dan berkelanjutan. Untuk dapat merealisasikannya maka pengembangan budidaya
perikanan laut dan payau seyogyanya berdasarkan pada )potensi dan kesesuaian
wilayah untuk jenis budidaya, ii) kemampuan masyarakat setempat dalam
mengadopsi dan menerapkan teknologi budidaya, iii) pendekatan sistem bisnis perikanan
budidaya secara terpadu dan iv) kondisi serta pencapaian hasil pembangunan
budidaya perikanan menjadi leading sector (Dahuri, 2003).
Dalam
kaitan dengan pengelolaan wilayah pesisir, pembangunan berkelanjutan yang
memberikan semacam ambang batas pada laju pemanfaatan ekosistem alamiah serta
sumberdaya alam yang ada didalamnya Konsep pembangunan berkelanjutan antara
lain memiliki dimensi ekologis, dimensi ekonomi, dimensi sosial-ekonomi,
dimensi sosial-politik serta dimensi hukum dan kelembagaan. Konsep pembangunan
berkelanjutan dari dimensi ekologis menjelaskan bagaimana mengelola semua
kegiatan pembangunan yang ada disuatu wilayah yang berhubungan dengan pesisir
agar total dampaknya tidak melebihi kapasitas fungsionalnya bagi kehidupan
manusia yang meliputi: jasa-jasa pendukung kehidupan; jasa-jasa kenyamanan;
penyedia sumberdaya alam dan penerima limbah (Dahuri et al, 2004). Untuk
mengelola wilayah pesisir sangat diperlukan batas wilayah yang akan dikelola.
Batas wilayah dpertimbangkan atas dasar biogeofisik kawasan yang didalamnya
termasuk faktor hidrologi, ekologis maupun administratif. Batas hidrologi
dibutuhkan karena aliran air yang berasal dari daratan yang akan mempengaruhi
kawasan perairan. Batas ekologis diperlukan agar dalam pengelolaan wilayah
pesisir tidak mengganggu siklus hidup hewan perairan, sedangkan batas
administratif diperlukan batas pengelolaan wilayah atau kawasan tertentu.
Produksi hayati laut Indonesia secara alami
sangat ditentukan oleh kondisi kelangsungan fungsi ekosistem mangrove,
ekosistem terumbu karang, dan ekosistem lamun rumput laut. Ketiga interaksi
ekosistem ini merupakan ciri ekosistem perairan laut tropis yang memberikan
kontribusi penting terhadap tingginya kekayaan keanekaragaman hayati laut
(4,6, 9). Oleh karena itu diperlukan suatu system informasi yang dapat
menggambarkan kondisi lingkungan dan sektor-sektor kegiatan secara menyeluruh.
Dengan dikembangkannya system informasi geografik untuk kawasan pertambakan,
diharapkan dapat memberikan masukan terhadap para pengambil keputusan dan
pengelola tambak dalam mengelola lingkungannya agar kawasan tambak dapat
berproduksi secara berkelanjutan. Dalam penelitian telah dikembangkan prototype
pemanfaatan sistem informasi geografik untuk pengelolaan kawasan tambak dan penyusunan
data dasar dalam sistem informasi geografik pengelolaan wilayah pesisir,
khususnya kawasan tambak dengan studi kasus Kab. Serang. Serta pengembangkan
analisis untuk wilayah pesisir dan kelautan dalam pengelolaan kawasan tambak
yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Sistem
Informasi mengenai tambak yang merupakan gabungan antara teknologi SIG dan web
memungkinkan informasi tersebut bisa divisualisasikan ke dalam web sehingga
dapat diakses oleh masyarakat luas tanpa ada batas waktu dan tempat serta
memudahkan seseorang dalam mengamalkan ilmunya untuk masyarakat yang belum
mengerti bagaimana membudidayakan ikan di tambak. Pemanfaatan lahan untuk
tambak sering dijumpai di pesisir pantai dan di dataran rendah yang mempunyai
sumber air yang banyak. Setiap tempat di wilayah Indonesia berbeda-beda dalam
membudidayakan ikan di tambak. Salah satu wilayah di Indonesia yang
masyarakatnya sebagian besar mengembangkan tambak ikan adalah kabupaten
Lamongan Jawa Timur. Kabupaten Lamongan memiliki sumberdaya perikanan yang
cukup besar, khususnya perikanan budidaya tambak dan perikanan tangkap (laut).
Produksi hasil perikanan di kabupaten Lamongan sebagian besar merupakan hasil
budidaya tambak dengan komoditi udang dan bandeng.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN:
DAFTAR
PUSTAKA
Hartono.2010.Penginderaan Jauh Dan
Sistem Informasi Geografi Serta Aplikasinya Di Bidang Pendidikan Dan
Pembangunan. Seminar Nasional‐PJ
dan SIG I. Sleman Yogyakarta
Riqqi,.A.Nganroo.,N.R. Prototipe Pemanfaatan Sig Untuk Pengelolaan Kawasan Tambak
(Studi Kasus : Kabupaten Serang)
Nugroho.,D.2003.Pelatihan Pengembangan Sumberdaya Manusia Dalam Perencanaan Konservasi Sumberdaya Pesisir Dan Laut. Universitas Diponenegoro
Riqqi,.A.Nganroo.,N.R. Prototipe Pemanfaatan Sig Untuk Pengelolaan Kawasan Tambak
(Studi Kasus : Kabupaten Serang)
Nugroho.,D.2003.Pelatihan Pengembangan Sumberdaya Manusia Dalam Perencanaan Konservasi Sumberdaya Pesisir Dan Laut. Universitas Diponenegoro
Tidak ada komentar:
Posting Komentar