Jumat, 07 Februari 2014



MATA KULIAH : Pengolahan Data Perikanan
DOSEN                 : Fatahuddin, S.Pi
PERAN MICROSOFT EXCELL dan GIS (Geographic Information System)
DALAM DUNIA PERIKANAN


OLEH :
 NURSYAMSINAR
 112027
THP


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI KELAUTAN DAN PERIKANAN
(STITEK) BALIK DIWA MAKASSAR
2013

KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Yang telah memberikan Rahmat dan Karunia-Nya kepada kita semua sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ini. Sholawat beserta salam selalu tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad SAW, Beserta keluarga-Nya, sahabat-sahabat-Nya dan kita selaku umatnya hingga akhir zaman. Terima kasih kepada Dosen mata kuliah Pengolahan Data Periakanan yang telah membimbing kami selama pembuatan makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, hal ini karena kemampuan dan pengalaman kami yang masih ada dalam keterbatasan. Untuk itu, kami mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya konstruktif, demi perbaikan dalam makalah ini yang akan datang. Semoga makalah ini bermanfaat sebagai sumbangsih penulis demi menambah pengetahuan terutama bagi pembaca umumnya dan bagi penulis khususnya. Akhir  kata kami sampaikan terima kasih semoga Allah Swt senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Makassar 2013

Nursyamsinar







BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Microsoft Excell
A. Pengertian
Microsoft Excel atau Microsoft Office Excel adalah sebuah program aplikasi lembar kerja spreadsheet yang dibuat dan didistribusikan oleh Microsoft Corporation untuk system operasi Microsoft Windows dan Mac OS. Aplikasi ini memiliki fitur kalkulasi dan pembuatan grafik yang, dengan menggunakan strategi marketing Microsoft yang agresif, menjadikan Microsoft Excel sebagai salah satu program komputer yang populer digunakan di dalam komputer mikro hingga saat ini. Bahkan, saat ini program ini merupakan program spreadsheet paling banyak digunakan oleh banyak pihak, baik di platform PC berbasis Windows maupun platform Macintosh berbasis Mac OS, semenjak versi 5.0 diterbitkan pada tahun 1993. Aplikasi ini merupakan bagian dari Microsoft Office System, dan versi terakhir adalah versi Microsoft Office Excel 2007 yang diintegrasikan di dalam paket Microsoft Office System 2007..
B. Sejarah Microsoft Excel
Pada tahun [1982], Microsoft membuat sebuah program spreadsheet yang disebut dengan [Multiplan], yang sangat populer dalam [sistem operasi|sistem -sistem] CP/M, tapi tidak dalam sistem MS-DOS mengingat di sana sudah berdiri saingannya, yakni Lotus 1-2-3. Hal ini membuat Microsoft memulai pengembangan sebuah program spreadsheet yang baru yang disebut dengan Excel, dengan tujuan, seperti yang dikatakan oleh Doug Klunder, " do everything 1-2-3 does and do it better/melakukan apa yang dilakukan oleh 1-2-3 dan lebih baik lagi". Versi pertama Excel dirilis untuk Macintosh pada tahun 1985 dan versi Windows-nya menyusul (dinomori versi 2.0) pada November 1987. Lotus ternyata terlambat turun ke pasarprogram spreadsheet untuk Windows, dan pada tahun tersebut, Lotus 1 -2-3  masih berbasis MS-DOS. Pada tahun 1988, Excel pun mulai menggeser 1-2-3 dalam pangsa pasar program spreadsheet dan menjadikan Microsoft sebagai salah satu perusahaan pengembang aplikasi perangkat lunak untuk komputer pribadi yang andal. Prestasi ini mengukuhkan Microsoft sebagai kompetitor yang sangat kuat bagi 1-2-3 dan bahkan mereka mengembangkannya lebih baik lagi. Microsoft, dengan menggunakan keunggulannya, rata-rata merilis versi Excel baru setiap dua tahun sekali, dan versi Excel untuk Windows terakhir adalah Microsoft Office Excel 2010 (Excel 14), sementara untuk Macintosh (Mac OS X), versi terakhirnya adalah Excel for Mac. Pada awal-awal peluncurannya, Excel menjadi sasaran tuntutan perusahaan lainnya yang bergerak dalam bidang industri finansial yang telah menjual sebuah perangkat lunak yang juga memiliki nama Excel. Akhirnya, Microsoft pun mengakhiri tuntutan tersebut dengan kekalahan dan Microsoft harus mengubah nama Excel menjadi "Microsoft Excel" dalam semua rilis pers dan dokumen Microsoft. Meskipun demikian, dalam prakteknya, hal ini diabaikan dan bahkan Microsoft membeli Excel dari perusahaan yang sebelumnya menuntut mereka, sehingga penggunaan nama Excel saja tidak akan membawa masalah lagi. Microsoft juga sering menggunakan huruf XL sebagai singkatan untuk program tersebut, yang meskipun tidak umum lagi, ikon yang digunakan oleh program tersebut masih terdiri atas dua huruf tersebut (meski diberi beberapa gaya penulisan). Selain itu, ekstensi default dari spreadsheet yang dibuat oleh Microsoft Excel hingga versi 11.0 (Excel 2003)  adalah
*.xls sedangkan mulai Microsoft Office Excel 2007 (versi 12.0) ekstensi default -nya adalah
*.xlsx yang mendukung format HTML namun dengan isi yang sama memiliki ukuran file yang lebih kecil jika dibandingkan dengan versi -versi Excel sebelumnya. Excel menawarkan banyak keunggulan antarmuka jika dibandingkan dengan program spreadsheet yang mendahuluinya, tapi esensinya masih sama dengan VisiCalc (perangkat lunak spreadsheet yang terkenal pertama kali): Sel disusun dalam baris dan kolom, serta mengandung data atau formula dengan berisi referensi absolut atau referensi relatif terhadap sel lainnya.
Excel merupakan program spreadsheet pertama yang mengizinkan pengguna untuk mendefinisikan bagaimana tampilan dari spreadsheet yang mereka sunting: font, atribut karakter, dan tampilan setiap sel. Excel juga menawarkan penghitungan kembali terhadap sel - sel secara cerdas, di mana hanya sel yang berkaitan dengan sel tersebut saja yang akan diperbarui nilanya (di mana program-program spreadsheet lainnya akan menghitung ulang keseluruhan data atau menunggu perintah khusus dari pengguna). Selain itu, Excel juga menawarkan fitur pengolahan grafik yang sangat baik. Ketika pertama kali dibundel ke dalam Microsoft Office pada tahun 1993, Microsoft pun mendesain ulang tampilan antarmuka yang digunakan oleh Microsoft Word dan Microsoft PowerPoint untuk mencocokkan dengan tampilan Microsoft Excel, yang pada waktu itu menjadi aplikasi spreadsheet yang paling disukai. Sejak tahun 1993, Excel telah memiliki bahasa pemrograman Visual Basic for Applications (VBA), yang dapat menambahkan kemampuan Excel untuk melakukan automatisasi di dalam Excel dan juga menambahkan fungsi -fungsi yang dapat didefinisikan oleh pengguna (user-defined functions/UDF) untuk digunakan di dalam worksheet. Dalam versi selanjutnya, bahkan Microsoft menambahkan sebuah integrated development environment (IDE) untuk bahasa VBA untuk Excel, sehingga memudahkan programmer untuk melakukan pembuatan program buatannya. Selain itu, Excel juga dapat merekam semua yang dilakukan oleh pengguna untuk menjadi macro, sehingga mampu melakukan  automatisasi beberapa tugas. VBA juga mengizinkan pembuatan form dan kontrol yangterdapat di dalam worksheet  untuk dapat berkomunikasi dengan penggunanya. Bahasa VBA juga mendukung penggunaan DLL ActiveX/COM, meski tidak dapat membuatnya. Versi VBA selanjutnya menambahkan dukungan terhadap class module sehingga mengizinkan penggunaan teknik pemrograman berorientasi objek dalam VBA.






1.2. GIS (Geographic Information System)
A.       Pengetian
Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System) adalah sistem yang dapat digunakan untuk menangkap, menyimpan, menganalisa, serta mengelola data dan karakteristik yang berhubungan yang secara spasial mengambil referensi kebumi. Lebih jauh, system ini dapat didefinisikan sebagai system computer untuk memadukan, menyimpan, membagi, serta menampilkan informasi yang mengambil acuan geografis. Dalam bidang perairan, ilmu ini memiliki peranan yang sangat penting. Menata ruang suatu wilayah membutuhkan dukungan data dan informasi, baik spasial maupun non spasial, yang akurat dan terkini, terutama data dan informasitemati yang mengilustrasikan kondisi suatu wilayah. Perubahan kondisi wilayah pada daerah yang akan disusun rencana tata ruangnya, perlu dipahami dengan baik oleh para perencana, karena kualitas rencana tata ruang sangat ditentukan oleh pemahaman para perencana terhadap kondisi fisik wilayah perencanaan.
Dengan menggunakan teknologi informasi yang telah berkembang dengan pesat, sebagian data dan informasi spasial yang diperlukan dalam perencanaan tata ruang dapat dibangun dalam sebuah system informasi yang berbasis pada koordinat geografis yang lebih dikenal dengan sebutan Sistem Informasi Geografis (SIG). Seiring dengan perkembangan teknologi pengolahan data geografis, dalam SIG dimungkinkan penggabungan berbagai basis data dan informasi yang dikumpulkan melalui peta, citra satelit, maupun survai lapangan, yang kemudian dituangkan dalam layer-layer peta. Sistemin formasi yang meng-overlay-kan beberapa layertematik diatas peta dasar sungguh membantu proses analisa wilayah dan pemahaman kondisi wilayah bagi para perencana, serta dapat menghemat waktu karena sebagian proses dilakukan oleh piranti lunak, sehingga dengan SIG proses perencanaan tata ruang dapat lebih efisien dan efektif.
Sistem Informasi geografis merupakan suatu sistem yang mempunyai basis komputerisasi yang berfungsi untuk menyimpan, mengelola, menganalisis, dan dapat mengaktifkan kembali data yang telah mempunyai referensi keruangan, untuk berbagai tujuan yang berkaitan dengan pemetaan dan perencanaan. SIG dapat mengintegrasikan system opersi database seperti query dan analisis statistic dengan keuntungan analisis geografis yang di tawarkan dalam bentuk peta. Sistem Informasi Pemetaan (informasi spasial) yang dapat membedakan dengan system infomasi yang lainnya seperti contoh database. SIG dapat digunakan untuk menganalisis karakteristik spasial dari data-data yang terdiri dari beberapa lapis digital. Perhitungan perubahan spasial dapat dilakukan melalui analisis tumpang susun (overlay analysis).
Database dapat didefinisikan sebagai kumpulan data yg saling terkait dan dirancang untuk menyatukan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh sebuah lembaga atau organisasi. Database ini mempunyai dua indicator penting yaitu integrated (terpadu) dan shared (mudah diakses dan digunakan). Sedangkan database management system (DBMS) adalah sebuah intermediasi antara program-program aplikasi oleh pengguna dan database yang ada. Pengguna menggunakan program aplikasi dan membutuhkan software untuk memproses data dalam DBMS environment dan kemudian menyimpan atau mengakses data. Jadi secara sederhana database merupakan kumpulan data persistent yang digunakan oleh sistem-sistem aplikasi dari berbagai pengguna tertentu.

 










BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Microsoft Excel
A. Fungsi Microsoft Excel
Microsoft Excel atau Microsoft Office Excel merupakan perangkat lunak untuk mengolah data secara otomatis meliputi perhitungan dasar, penggunaan fungsi-fungsi, pembuatan grafik dan manajemen data. Perangkat lunak ini sangat membantu untuk menyelesaikan permasalahan administratif mulai yang paling sederhana sampai yang lebih kompleks. Permasalahan sederhana tersebut misalnya membuat rencana kebutuhan barang meliputi nama barang, jumlah barang dan perkiraan harga barang. Contoh permasalahan yang lebih kompleks adalah pembuatan laporan keuangan (general ledger) yang memerlukan banyak perhitungan, manajemen data dengan menampilkan grafik atau pivot tabel atau penggunaan fungsi-fungsi matematis ataupun logika pada sebuah laporan
B. Fungsi Microsoft Excel Dalam Dunia Perikanan
1)      Analisis produksi hasil budidaya Dan penangkapan ikan
2)      Kelayakan usaha dan skala ekonomi perikanan
3)      Manajemen produksi budidaya dan pengolahan hasil budidaya dan tangkapan 4. Analisis ekspor dan impor produk perikanan






2.2 GIS (Geographic Information System)
A. Fungsi GIS (Geographic Information System)
SIG adalah sistem yang berbasiskan komputer yang digunakan untuk menyimpan  dan memanipulasi informasi-informasi geografi. SIG dirancang untuk mengumpulkan,  menyimpan dan menganalisa objek-objek dan fenomena dimana lokasi geografi  merupakan karakteristik yang penting atau kritis untuk dianalisis. Dengan demikian, SIG  merupakan system komputer yang memiliki empat kemampuan berikut dalam menangani  data yang bereferensi geografi: (a) masukan, (b) manajemen data (penyimpanan dan  pemanggilan data), (c) analisis dan manipulasi data, (d) keluaran
Secara prinsip tujuan umum pemrosesan data pada teknologi SIG yaitu mempresentasikan :
ü  Input
ü  Manipulasi
ü  Pengelolaan
ü  Query
ü  Analysis
ü  Visualisasi
B.       Konsep SIG
Sumber data untuk keperluan SIG dapat berasal dari data citra, data lapangan, survey kelautan, peta, social ekonomi, dan GPS. Selanjutnya diolah di laboratorium atau studio SIG dengan software tertentu sesuai dengan  kebutuhannya untuk menghasilkan produk berupa informasi yang berguna, bias berupa peta konvensional, maupun peta digital sesuai keperluan user, maka harus ada input kebutuhan yang diinginkan user.



C.        Komponen SIG
 Komponen utama Sistem Informasi Geografis dapat dibagi kedalam lima komponen utama yaitu:
  1. Perangkat keras (Hardware)
  2. Perangkat Lunak (Software)
  3. Pemakai (User)
  4. Data
  5. Metode
 Untuk mendukung suatu Sistem Informasi Geografis, pada prinsipnya terdapat dua jenis data, yaitu:
*      Data spasial, yaitu data yang berkaitan dengan aspek keruangan dan merupakan data yang menyajikan lokasi geografis atau gambaran nyata suatu wilayah di permukaan bumi. Umumnya direpresentasikan berupa grafik, peta, atau pun gambar dengan format digital dan disimpan dalam bentuk koordinat x, y (vektor) atau dalam bentuk image (raster) yang memiliki nilai tertentu.
*      Data non-spasial, disebut juga data atribut, yaitu data yang menerangkan keadaan atau informasi-informasi dari suatu objek (lokasi dan posisi) yang ditunjukkan oleh data spasial. Salah satu komponen utama dari Sistem Informasi Geografis adalah perangkat lunak (software). Dalam pendesainan peta digunakan salah satu software SIG yaitu MapInfo Profesional 8.0. MapInfo merupakan sebuah perengkat lunak Sistem Informasi Geografis dan pemetaan yang dikembangkan oleh MapInfo Co. Perangkat lunak ini berfungsi sebagai alat yang dapat membantu dalam memvisualisasikan, mengeksplorasi, menjawab query, dan menganalisis data secara geografis.  





D.  Tujuan dilakukannya pembuatan aplikasi SIG dalam bidang kelautan dan perikanan :
  •  Mengetahui ikan di laut berada dan kapan bias ditangkap
  • jumlah yang berlimpah merupakan pertanyaan yang sangat biasa didengar.
  • Meminimalisir usaha penangkapan dengan mencari daerah habitat ikan, disisi biaya BBM yang besar, waktu dan tenaga nelayan
  •  mengetahui area dimanaikan bias tertangkap dalam jumlah yang besar
Manfaat :
Salah satu alternatif yang menawarkan solusi terbaik adalah mengkombinasikan kemampuan SIG dan penginderaan jauh (inderaja) kelautan. Dengan teknologi inderaja faktor-fakto rlingkungan laut yang mempengaruhi distribusi, migrasi dan kelimpahan ikan dapat diperoleh secara berkala, cepat dan dengan cakupan area yang luas.
Berikut beberapa Kegunaan SIG dalam Ekosistem Pesisir dan Perikanan :
  • Data mengenai kandungan klorofil dan suhu permukaan air laut yang diperoleh dari NOAA AVRR yang memiliki fungsi sebagai prakiraan perikanan untuk melihat kondisi ikan secara akurat.
  •  Data Warna Laut :Memberikan informasi ketersediaan makanan dalam kolom air.
  •  Data Suhu: Menggambarkan lingkungan laut.
  • Dengan teknik boundaries/fronts/gradients dari klorofil dan SPL dapat memperoleh hasil yang meningkat antara 70-100% dalam perikanan pelagis/ ikan yang ada di dasar dan ikan-ikan demersal.
  • Digunakan dalam evaluasi potensi lahan pengembangan obyek pariwisata perikanan. Digunakan untuk mempercepat dan mempermudah penataan ruang (pemetaan potensi)
Perolehan informasi untuk pengelolaan lingkungan perairan bagi kegiatan perikanan sangat diperlukan. Pengelolaan ini meliputi pengumpulan, pemrosesan, penelusuran dan analisis data sumberdaya wilayah pesisir yang sesuai dengan dayadukung lingkungannya

E.       Peranan Sig Dalam Bidang Perairan Dan Perikanan
Perolehan informasi untuk pengelolaan lingkungan perairan bagi kegiatan perikanan sangat diperlukan. Pengelolaan ini meliputi pengumpulan, pemrosesan, penelusuran dan analisis data   
menjadi informasi yang bermanfaat bagi penggunaannya pada waktu yang diinginkan, pengelolaan informasi ini dapat dilakukan dengan menggunakan SIG baik secara manual maupun dengan menggunakan komputer (Dahuri et al, 2004).
Dewasa ini pemakaian daya dukung lingkungan dalam perencanaan suatu design budidaya laut terus berkembang. Melihat perkembangan sektor budidaya laut saat ini dan yang akan datang maka dalam mengembangkan suatu kawasan perairan sebagai lahan untuk budidaya perlu membuat model-model estimasi yang disesuaikan dengan kondisi wilayah. Pengukuran daya dukung didasarkan pada pemikiran bahwa perairan pesisir memiliki kapasitas maksimum untuk mendukung suatu pertumbuhan organisme. Konsep daya dukung yang digunkan dalam pengembangan budidaya rumput laut adalah konsep daya dukung ekologis. Daya dukung ekologis yaitu tingkat maksimum (baik jumlah maupun volume) pemanfaatan sumberdaya atau ekosistem yang dapat diakomodasi oleh suatu kawasan atau wilayah sebelum terjadi penurunan kualitas ekologis. Menurut Turner, (1988) dalam Rustam, (2005) bahwa daya dukung lingkungan adalah jumlah populasi organisme akuatik yang dapat didukung oleh suatu kawasan/areal atau volume perairan tanpa mengalami penurunan kualitas lingkungan perairan tersebut. Definisi lain menyebutkan bahwa daya dukung adalah batasan untuk banyaknya organisme hidup dalam jumlah atau massa yang dapat didukung oleh suatu habitat. Jadi daya dukung adalah ultimate constraint yang diperhadapkan pada biota oleh adanya keterbatasan lingkungan seperti ketersediaan makanan, ruang, siklus predator, temperatur, cahaya matahari atau salinitas (Rachmansyah, 2004). Konsep daya dukung perairan telah lama dikenal dan dikembangkan dalam lingkungan budidaya perikanan, seiring dengan peningkatan pemahaman akan pentingnya pengelolaan lingkungan budidaya untuk menunjang kontinuitas produksi. Dalam perencanaan atau desain suatu sistem produksi budidaya baik ikan maupun rumput laut maka nilai daya dukung merupakan faktor penting dalam menjamin siklus produksi dalam jangka waktu yang lama. Estimasi daya dukung lingkungan perairan untuk menunjang kegiatan budidaya ikan laut di keramba jaring apung (KJA) merupakan ukuran kuantitatif yang akan memperlihatkan berapa ikan budidaya yang boleh ditanam dalam luasan area yang telah ditentukan tanpa menimbulkan degredasi lingkungan dan ekosistem sekitarnya (Piper et al, 1982 dala Ali, 2003). Dalam hal menentukan daya dukung lingkungan untuk kawasan budidaya rumput laut sebagai bagian dari kegiatan budidaya laut maka estimasi ini akan menunjukkan berapa unit rakit yang boleh ditanam dalam luasan area yang telah ditentukan.
Pembangunan berkelanjuatan adalah pembangunan untuk memenuhi kebutuhan hidup saat ini tanpa menurunkan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (WCED,1987 dalam Dahuri et al, 2004) Konsep dasar pembangunan berkelanjutan pertama kali dikemukan oleh "the club of Rome" pada tahun 1972, diantaranya mengandung pesan penting bahwa sumberdaya alam telah berada pada tingkat ketersediaan yang memprihatinkan dalam menopang keberlanjutan pertumbuhan penduduk dan ekonomi. Pesan tersebut pada diskusi "Limits to Growth" diawal tahun 1979-an berkembang membahas akibat perkembangan ekonomi yang tidak dapat dikendalikan terhadap penurunan kualitas lingkungan dan kehancuran system sosial secara global yang diakhiri dengan dikelurkannya resolusi bahwa pembangunan ekonomi harus berkelanjutan (Dahuri et al, 2004). Pengembangan budidaya perikanan merupakan sistem usaha budidaya perikanan yang mampu menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi, menguntungkan, berkeadilan dan berkelanjutan. Untuk dapat merealisasikannya maka pengembangan budidaya perikanan laut dan payau seyogyanya berdasarkan pada )potensi dan kesesuaian wilayah untuk jenis budidaya, ii) kemampuan masyarakat setempat dalam mengadopsi dan menerapkan teknologi budidaya, iii) pendekatan sistem bisnis perikanan budidaya secara terpadu dan iv) kondisi serta pencapaian hasil pembangunan budidaya perikanan menjadi leading sector (Dahuri, 2003).
Dalam kaitan dengan pengelolaan wilayah pesisir, pembangunan berkelanjutan yang memberikan semacam ambang batas pada laju pemanfaatan ekosistem alamiah serta sumberdaya alam yang ada didalamnya Konsep pembangunan berkelanjutan antara lain memiliki dimensi ekologis, dimensi ekonomi, dimensi sosial-ekonomi, dimensi sosial-politik serta dimensi hukum dan kelembagaan. Konsep pembangunan berkelanjutan dari dimensi ekologis menjelaskan bagaimana mengelola semua kegiatan pembangunan yang ada disuatu wilayah yang berhubungan dengan pesisir agar total dampaknya tidak melebihi kapasitas fungsionalnya bagi kehidupan manusia yang meliputi: jasa-jasa pendukung kehidupan; jasa-jasa kenyamanan; penyedia sumberdaya alam dan penerima limbah (Dahuri et al, 2004). Untuk mengelola wilayah pesisir sangat diperlukan batas wilayah yang akan dikelola. Batas wilayah dpertimbangkan atas dasar biogeofisik kawasan yang didalamnya termasuk faktor hidrologi, ekologis maupun administratif. Batas hidrologi dibutuhkan karena aliran air yang berasal dari daratan yang akan mempengaruhi kawasan perairan. Batas ekologis diperlukan agar dalam pengelolaan wilayah pesisir tidak mengganggu siklus hidup hewan perairan, sedangkan batas administratif diperlukan batas pengelolaan wilayah atau kawasan tertentu.
 Produksi hayati laut Indonesia secara alami sangat ditentukan oleh kondisi kelangsungan fungsi ekosistem mangrove, ekosistem terumbu karang, dan ekosistem lamun rumput laut. Ketiga interaksi ekosistem ini merupakan ciri ekosistem perairan laut tropis yang memberikan kontribusi  penting terhadap tingginya kekayaan keanekaragaman hayati laut (4,6, 9). Oleh karena itu diperlukan suatu system informasi yang dapat menggambarkan kondisi lingkungan dan sektor-sektor kegiatan secara menyeluruh. Dengan dikembangkannya system informasi geografik untuk kawasan pertambakan, diharapkan dapat memberikan masukan terhadap para pengambil keputusan dan pengelola tambak dalam mengelola lingkungannya agar kawasan tambak dapat berproduksi secara berkelanjutan. Dalam penelitian telah dikembangkan prototype pemanfaatan sistem informasi geografik untuk pengelolaan kawasan tambak dan penyusunan data dasar dalam sistem informasi geografik pengelolaan wilayah pesisir, khususnya kawasan tambak dengan studi kasus Kab. Serang. Serta pengembangkan analisis untuk wilayah pesisir dan kelautan dalam pengelolaan kawasan tambak yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Sistem Informasi mengenai tambak yang merupakan gabungan antara teknologi SIG dan web memungkinkan informasi tersebut bisa divisualisasikan ke dalam web sehingga dapat diakses oleh masyarakat luas tanpa ada batas waktu  dan tempat serta memudahkan seseorang dalam mengamalkan ilmunya untuk masyarakat yang belum mengerti bagaimana membudidayakan ikan di tambak. Pemanfaatan lahan untuk tambak sering dijumpai di pesisir pantai dan di dataran rendah yang mempunyai sumber air yang banyak. Setiap tempat di wilayah Indonesia berbeda-beda dalam membudidayakan ikan di tambak. Salah satu wilayah di Indonesia yang masyarakatnya sebagian besar mengembangkan tambak ikan adalah kabupaten Lamongan Jawa Timur. Kabupaten Lamongan memiliki sumberdaya perikanan yang cukup besar, khususnya perikanan budidaya tambak dan perikanan tangkap (laut). Produksi hasil perikanan di kabupaten Lamongan sebagian besar merupakan hasil budidaya tambak dengan komoditi udang dan bandeng.













BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN:
*      Microsoft Excel atau Microsoft Office Excel merupakan perangkat lunak untuk mengolah data secara otomatis meliputi perhitungan dasar, penggunaan fungsi-fungsi, pembuatan grafik dan manajemen data. Perangkat lunak ini sangat membantu untuk menyelesaikan permasalahan administratif mulai yang paling sederhana sampai yang lebih komplek. Selain itu, MicrosoftExcel juga merupakan program pengolah berbasis angka yang sering digunakan di perkantoran ataupun di instansi - instansi lainnya yang membutuhkan penghitungan dan pembuatan laporan secara komputerisasi khususnya di bidang perikanan. Dan terkadang, banyak formula atau rumus yang diperlukan dalam membantu proses   pengerjaan sebuah laporan tersebut .
*      SIG adalah sisitem yang berbasiskan computer digunakan untuk menyimpan dan memanipulasi informasi geogrfis. SIG dirancang untuk mengumpulkan, menyimpan dan menganalisa objek-objek fenomena dimana lokasi geografis merupakan karakteristik yang penting atau kritis untuk dianilisis. Teknlogi dalam SIG ini banyak diaplikasikan ke berbagai bidang termasuk dalam bidang perairan dan perikanan.






DAFTAR PUSTAKA
Hartono.2010.Penginderaan Jauh Dan Sistem Informasi Geografi Serta Aplikasinya Di Bidang Pendidikan Dan Pembangunan. Seminar NasionalPJ dan SIG I. Sleman Yogyakarta

Riqqi,.A.Nganroo.,N.R. Prototipe Pemanfaatan Sig Untuk Pengelolaan Kawasan Tambak
(Studi Kasus : Kabupaten Serang)

Nugroho.,D.2003.Pelatihan Pengembangan Sumberdaya Manusia Dalam Perencanaan Konservasi Sumberdaya Pesisir Dan Laut. Universitas Diponenegoro




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

10 Tahun Menjadi BADMINTON LOVERS

Holla teman2 Badminton Lovers sekalian sebangsa dan setanah air hari ini adalah tahun ke 10 gue suka olahraga tepok bulu.. dan aku mau...